Samudra-News.com. – [Jakarta] – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan rasa haru dan bangganya setelah Indonesia dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia. Ia menyebut capaian tersebut sebagai prestasi yang sangat mengharukan sekaligus membanggakan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam pidatonya pada acara Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Jakarta, Senin malam (5/1/2026). Di hadapan ribuan jemaat dan tamu undangan, Presiden menegaskan bahwa prestasi ini merupakan buah dari kerukunan, gotong royong, dan ketangguhan seluruh elemen bangsa.
Menurut Prabowo, peringkat tersebut bukan hanya angka atau penghargaan internasional semata, melainkan mencerminkan meningkatnya kualitas hidup, rasa aman, serta optimisme masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Di antara hampir 200 negara, ketika rakyatnya ditanya, negara yang nomor satu di dunia sekarang yang rakyatnya mengaku paling bahagia adalah bangsa Indonesia. Ini sangat mengharukan bagi saya,” ujar Presiden Prabowo di sela-sela perayaan yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan terus berkomitmen menjaga stabilitas nasional, memperkuat kesejahteraan sosial, serta memastikan pembangunan yang merata dan berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen bangsa mulai dari pemerintah daerah, aparat, hingga masyarakat yang telah berkontribusi menciptakan suasana damai dan harmonis di Tanah Air, berharap capaian ini menjadi motivasi bersama untuk terus bekerja, bersatu, dan menjaga persaudaraan demi masa depan Indonesia yang lebih sejahtera dan bahagia.
Presiden Prabowo juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga momentum ini dengan terus menebarkan kasih sayang dan kepedulian sosial. Menurutnya, mempertahankan predikat ini jauh lebih menantang daripada meraihnya, sehingga kolaborasi antar masyarakat menjadi kunci utama.

Acara Perayaan Natal Nasional 2025 ini turut dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, tokoh-tokoh lintas agama, serta perwakilan duta besar negara sahabat, yang semuanya memberikan apresiasi atas pesan persatuan yang disampaikan Presiden.












