Samudra-News.com. [Gorontalo Utara] – Badan Pengurus Kabupaten (BPK) Ormas Oi Kabupaten Gorontalo Utara secara resmi mengumumkan persiapan penyelenggaraan Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke-III yang akan digelar pada pertengahan Januari 2026. Forum ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan nahkoda yang baru, tetapi juga dicanangkan sebagai tonggak kebangkitan gerakan sosial dan kemandirian organisasi di wilayah tersebut.
Muskab ke-III kali ini terasa lebih istimewa karena akan menetapkan arah kebijakan untuk masa bakti 4 tahun (2026–2030). Fokus utamanya adalah transformasi organisasi melalui implementasi nyata slogan SOPAN (Seni Budaya, Olahraga, Pendidikan, Ahlak, dan Niaga).
Ketua BPK Ormas Oi Kabupaten Gorontalo Utara saat ini, Alex Budyanto Modanggu, menegaskan bahwa Oi harus berevolusi menjadi organisasi yang mampu menjawab tantangan zaman, terutama dalam memperkuat ekonomi kreatif anggota dan menjaga integritas moral pemuda.
> “Kami ingin Muskab III ini menjadi titik balik. Oi bukan hanya tempat berkumpul, tapi menjadi wadah pembangunan manusia. Melalui lima pilar SOPAN, kita akan menitikberatkan pada penguatan ‘Ahlak’ sebagai fondasi karakter dan ‘Niaga’ sebagai motor ekonomi kreatif bagi seluruh kader di tiap Badan Pengurus Kelompok (BPKel),” tegas Alex Budyanto Modanggu.
Dalam forum ini, BPK bersama seluruh utusan Badan Pengurus Kelompok (BPKel) akan merumuskan program kerja jangka panjang sebagai strategi 4 tahun kedepan yang berfokus pada pilar SOPAN, di antaranya:
– Ahlak & Pendidikan: Memperkuat literasi dan kajian moral sebagai filter budaya di era digital.
– Niaga & Seni Budaya: Mendorong kolaborasi karya seni yang memiliki nilai ekonomi (ekonomi kreatif) guna mendukung kemandirian finansial organisasi.
– Olahraga: Mengaktifkan kembali turnamen komunitas untuk mempererat solidaritas antar-BPKel.
Saat ini, panitia pelaksana tengah melakukan finalisasi kehadiran delegasi dari berbagai BPKel yang tersebar di Gorontalo Utara.
Muskab ini diharapkan melahirkan pemimpin yang mampu mengonsolidasikan seluruh potensi tersebut menjadi kekuatan yang berdampak bagi pembangunan daerah.
“Masa bakti 4 tahun ke depan adalah maraton, bukan lari pendek. Kami butuh kesolidan dari setiap BPKel untuk memastikan nilai SOPAN benar-benar membumi di Gorontalo Utara,” tutup Alex.
Muskab III bukan sekadar akhir dari sebuah periode kepengurusan, melainkan cahaya baru bagi pengabdian yang lebih luas. Dengan semangat persaudaraan yang tak lekang oleh waktu, Ormas Oi Gorontalo Utara siap melangkah pasti, membawa perubahan melalui seni, menjaga martabat melalui akhlak, dan membangun kemandirian melalui niaga. Karena di Oi, kita tidak hanya bernyanyi, tapi juga berbakti untuk negeri.
Salam Oi.












