Samudra-News.com. – (Gorontalo Utara) – Momentum kebangkitan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Gorontalo Utara resmi dimulai melalui pengukuhan pengurus Forum Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Gorontalo Utara (FPM-GU) Periode 2025-2028. Agenda yang berlangsung pada Selasa (16/12) di Lantai II Kampus Universitas Ichsan Gorontalo Utara ini dirangkaikan dengan seminar bertema “Dari Koneksi ke Kolaborasi untuk Mempercepat Pertumbuhan Bisnis melalui Jaringan Berkelanjutan di Kabupaten Gorontalo Utara”.
Acara ini dihadiri dan dikukuhkan secara resmi oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Bapak Abdulwahab Paudi, M.AP., yang hadir mewakili Bupati Gorontalo Utara.

Pesan Pemerintah: Kebahagiaan Melalui Kebermanfaatan
Dalam sambutannya, Abdulwahab Paudi memberikan pesan menyentuh mengenai hakikat pengabdian. Ia menekankan bahwa kehadiran FPM-GU harus memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.
“Tempat kita mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan bukan hanya karena banyaknya harta, tetapi ketika kita melaksanakan kegiatan yang membuat orang lain bahagia dan menjadi lebih baik. Kami berharap Forum Pemberdayaan Masyarakat ini melahirkan rekomendasi yang aktual dan aplikatif sebagai solusi kebutuhan masyarakat,” ujar Abdulwahab.
Ia juga mendorong FPM-GU untuk berkolaborasi dengan Pemda dalam menyukseskan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati, khususnya:
Program Mopomulo: Kemandirian pangan melalui sektor pertanian.
Program G2 10 Plus: Gerakan 2 Kambing dan 10 Ayam Plus Sapi untuk penguatan peternakan.
Program Keluarga Surga Kasih Sayang: Penguatan ketahanan sosial berbasis keluarga.
Akademisi: Sinergi Kolaborasi Lokal sebagai Kunci
Seminar ini menghadirkan Rektor Universitas Ichsan Gorontalo Utara, Dr. Fatmah M. Ngabito, S.IP., M.Si, dan Dr. Muh. Sabir M., SE., M.Si sebagai narasumber.

Dr. Fatmah menegaskan bahwa kampus harus menjadi jembatan inovasi bagi masyarakat.
“Forum pemberdayaan harus melalui proses yang jelas hingga dampaknya menyentuh masyarakat. Kolaborasi dan konektivitas adalah kunci utama,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Muh. Sabir menekankan pentingnya pemberdayaan berbasis potensi lokal dan riset tepat guna. Ia memaparkan contoh riset kampus yang telah membantu petani, seperti alat pengusir hama berbasis sensor.
“Yang paling tahu daerah adalah orang yang tinggal di daerah itu sendiri. Kolaborasi antar generasi—teknologi dari anak muda dan pengalaman dari orang tua—akan mempercepat pembangunan ekonomi daerah melalui UMKM,” jelas Dr. Sabir.
Harapan Baru untuk Gorontalo Utara
Pengukuhan ini menandai babak baru sinergi antara akademisi, pemerintah, dan elemen masyarakat. Forum Pemberdayaan Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi menjadi mitra strategis yang mampu mengubah riset kampus menjadi gerakan ekonomi produktif di desa-desa.
Dengan berakhirnya acara pada pukul 17.30 Wita, para pengurus yang baru dikukuhkan menyatakan komitmennya untuk segera tancap gas mengimplementasikan program kerja yang selaras dengan visi pembangunan daerah.












